Banjir besar telah melanda wilayah Sumatera, menyebabkan kerusakan parah dan mengganggu kehidupan ribuan keluarga. Mari bersama-sama memberikan bantuan dan dukungan kepada saudara-saudara kita yang terdampak.
Wilayah Sumatera terdampak banjir besar yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan memutus akses bantuan
Lebih dari 5.000 rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 2-3 meter. Ribuan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Akses layanan kesehatan terbatas, ancaman wabah penyakit pasca banjir mengintai pengungsi. Kurangnya obat-obatan dan tenaga medis di lokasi bencana.
Ikatan Apoteker Indonesia telah mengerahkan Tim Apoteker Tanggap Bencana untuk memberikan bantuan kesehatan dan obat-obatan di lokasi banjir.
Lihat foto dan video dokumentasi kegiatan penyaluran bantuan IAI Peduli kepada korban banjir di Sumatera. Saksikan langsung bagaimana bantuan Anda disalurkan dan berdampak bagi masyarakat terdampak.
Setiap kontribusi Anda akan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera
Catatan Penting: Tambahkan kode transfer 3 angka terakhir: 025
Setelah transfer, harap konfirmasi melalui form di bagian Konfirmasi Transfer untuk memastikan donasi Anda tercatat.
Bagi yang ingin berdonasi dalam bentuk barang, obat-obatan, dan alat kesehatan lainnya, silakan hubungi contact person Tim Tanggap Bencana IAI di bagian Kontak.
Isi form berikut untuk mengkonfirmasi donasi Anda. Data akan otomatis masuk ke sistem kami.
Anda tidak perlu upload bukti transfer. Cukup isi data transfer Anda, Tim IAI akan melakukan verifikasi manual terhadap donasi yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut atau koordinasi donasi barang, silakan hubungi kontak berikut
Jl. Wijaya Kusuma No.17 - Tomang, Jakarta Barat 11430
sekretariat@iai.id
Untuk konfirmasi donasi
+62 21 56962581 (Telepon)
+62 21 5671800 (Fax)
Terima kasih atas donasi Anda. Data konfirmasi transfer telah berhasil dikirim dan akan segera kami verifikasi.
Maaf, terjadi kesalahan saat mengirim konfirmasi. Silakan coba lagi atau hubungi kami langsung.